PPID Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Sulawesi Utara

Kementerian Pertanian Republik Indonesia

PPID Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Sulawesi Utara

TIM SATGAS “POMPANISASI DAN PAT” BSIP SULAWESI UTARA LAKUKAN SURVEY DI KABUPATEN MINAHASA UTARA




 TIM SATGAS “POMPANISASI DAN PAT” BSIP SULAWESI UTARA LAKUKAN SURVEY DI KABUPATEN MINAHASA UTARA

 
Minut 21/3/2024, survey Pompanisasi dan PAT dilakukan di 3 Kecamatan yakni: Kecamatan Dimembe, Likupang Selatan dan Likupang Timur Kab. Minahasa Utara. Didampingi Kabid PSP (Oyke Sawel, SPt) dan Kabid Tanaman Pangan (Joice Tamboto, SP) Dinas Pertanian Kab. Minahasa Utara, beserta Koordinator BPP Kecamatan Likupang Selatan dan Likupang Timur, Tim SATGAS BSIP Sulut, menyusuri lokasi sawah tadah hujan yang berpotensi untuk peningkatan IP.
 
Titik pertama yang menjadi target adalah Desa Pinili dan Tetey Kecamatan Dimembe. Di desa Pinili terdapat 40ha lahan sawah yang tidak ditanami, disebabkan sumber air yang ada, jebol. Demikian pula di Desa Tetey, ada sekitar 16 ha yang berpotensi untuk ditanami Kembali.
Titik kedua adalah Desa Kaweruan Kokole Kecamatan Likupang Selatan. Terdapat 2 ha lahan sawah yang tidak lagi ditanami karena tidak tersedianya traktor. Demikian pula di Desa Batu. Terdapat 35 ha lahan sawah dibiarkan begitu saja. Alat pengolahan lahan (traktor) yang dibutuhkan, dalam kondisi rusak. Letak sumber air pun berada di bawah, lebih rendah posisinya dibanding lahan sawah. Untuk itu diperlukan pompa untuk menarik air, dan bisa disalurkan ke lahan sawah. Di Desa Werot pun terdapat sekitar 4 ha lahan sawah yang sudah 3 tahun tidak lagi ditanami.
 
Titik ketiga yang menjadi target survey adalah Desa Likupang satu Kecamatan Likupang Timur. Dari hasil survey ditemukan seluas 30 ha lahan sawah tidak lagi ditanami. Jumlah ketersediaan air di lahan ini terhitung kurang, karena sudah terbagi dengan kegiatan tambang yang berlokasi dekat desa Likupang satu. Survey terakhir di Desa Maen. Terdapat 10ha lahan sawah tidak ditanami. Lahan ini memiliki sumur namun tidak mampu mengairi lahan tersebut, sehingga membutuhkan bantuan pompa.
Dari keseluruhan verifikasi di lapangan mengacu pada data yang diperoleh, terdapat perbedaan luas lahan. Untuk itu Dinas Pertanian dan BPP akan melakukan pengecekan Kembali.